Simbiosis Mutualisme Santri dan Peradaban Barat

0 comments

Posted on 26th December 2009 by Kurt Zen in Catatan Lain

,

iowa-universityHUBUNGAN antara Islam (santri) dan Barat kini telah mengalami kemajuan yang berarti. Itu disebabkan karena ilmuwan Barat lebih banyak bersinggungan langsung dengan dunia Islam, baik zaman dahulu maupun sekarang. Begitu juga umat Islam mulai melihat kenyataan bahwa keterbukaan dan pengakuan bahwa sains ada di Barat. Tulisan ini hendak menanggapi tulisan kawan saya,  (Belajar ke Barat siapa takut?)

Kawan kita, Jajang Jahroni, Dosen UIN, santri lulusan Buntet Pesantren kini tengah  studi Antropologi di  Boston University, Amerika Serikat.   Itu adalah contoh kecil. Masih banyak Jajang lainnya, ratusan mungkin juga ribuan santri dan semi santri yang pergi ke kampung “Mamang Sam” atau ke negeri Eropa, guna memperdalam keilmuanya.

(more…)

Pendidikan Berbasis Wasatan

0 comments

Posted on 11th December 2009 by Kurt Zen in Catatan Lain

, ,

relationDan demikianlah telah Kami jadikan kamu suatu ummat yang di tengah.” (pangkal ayat 143).

Sebagai guru, banyak kawan-kawan merasa prihatin dengan berbagai kelompok masyarakat yang terkotak-kotak dalam barisan golongan.  Dalam bentuk wacana, golongan atau organisasi  tidaklah  menjadi masalah, tetapi dalam skala praktis, kerapkali “doktrin” golongan ini berbenturan dengan praktek golongan lain sehingga menjadi ajang perdebatan “kebenaran mutlak”. Parahnya, doktrin ini semakin mengental dan sulit cair. Akhirnya, menjadi isu yang marak di masyarakat. Contohnya, gerakan-gerakan agama yang ajarannya tertutup tidak terbuka  kini ekses kontranya  semakin terasa.

(more…)

Nasib Guru TK di Kampung

1 comment

Posted on 9th December 2009 by Kurt Zen in Catatan Lain

murid-tkDi masa sekarang ini, profesi guru atau pengajar bagi komunitas kota terbilang sudah mencukupi dibanding dengan guru di kampung. Apalagi guru PNS yang semakin dimanjakan dengan penghasilan yang terus menerus ditambah. Meskipun tidak sinergis dengan kualitas output dan proses pendidikan secara makro. Namun berbeda sekali dengan nasib ibu Uniah (39) dari Kampung Pringapus, Semarang, Jawa Tengah. Pagi hari menjadi guru TK siangnya harus menjadi buruh cuci piring demi menghidupi empat anak-anaknya.

(more…)

Berantem dengan Anak

0 comments

Posted on 3rd December 2009 by Kurt Zen in Catatan Lain

Maa gak bosen marah-marah terus!

Maa gak bosen marah-marah terus!

Salah satu kebiasaan orang tua yang jarang disadari kalau perbuatan itu sangat merugikan bagi dunia pendidikan adalah kerap besitegang (berantem) dengan anak. Bahkan tidak jarang orang tua yang agresif, kejadian itu hampir muncul setiap hari bahkan lebih sering lagi.

Kebanyakan orang tua mengetahui bahwa pola asuh anak bernuansa kekerasan (child abuse) berdampak kepada psikologis anak dan akan membawa gangguan emosional saat besar nanti. Namun kesadaran untuk menghentikan perilaku keras kepada anak saat berhadapan hilang begitu saja.

(more…)

Bill Gates Gak Bosen Beramal

2 comments

Posted on 2nd December 2009 by Kurt Zen in Catatan Lain

,

bill-gatesMembicarakan pria satu ini tidak bosen-bosennya.  Sama seperti Bos Microsoft ini pun tidak bosen-bosennya membagikan kekakyaannya itu kepada masyarakat dan dunia pendidikan. Setelah 2008 ia tidak lagi aktif di Microsoft, pria yang pernah menduduki orang terkaya di dunia ini mengawaki Yayasan Bill & Melinda Gates. Dari yayasan inilah pundi-pundi kekayaannya mengalir dan baru-baru ini, telah mengucurkan uang sebanyak US$3,4 juta (Rp 32 miliar) untuk membantu  koneksi internet perpustakaan umum di berbagai tempat.

(more…)

Adakah Cameron Jhonson Indonesia?

2 comments

Posted on 1st December 2009 by Kurt Zen in Catatan Lain

, ,

Cameron Johnson saat usia 20 tahun

Cameron Johnson saat usia 20 tahun

Cukup kaget bagi saya sebagai orang kampung mengetahui ada orang kaya dalam usia 15 tahun, telah biasa meraih cek (profit) senilai USD300.000 hingga USD400.000 per bulan. Saat awal bisnisnya,  Cameron Jhonson, 25, memulai bisnis pada  usia 9 tahun dan belum genap usia 20 tahun ia mendapat penghasilan USD 1 juta.

Dari catatan di bawah ini, saya kemukakan dari tahun ke tahun ia berhasil mendapatkan moment keberhasilan dari bisnis yang ia jalankan sendiri. Sederet kesuksesanya bisa dilihat dalam kurun beberapa tahun:

Saat usia 9 tahun, tepatnya pada 1994, dia mulai berbisnis di rumahnya,Virginia, Amerika Serikat. Dasar anak kreatif, dia mampu membuat surat undangan pesta liburan orang tuanya. Dari sini, ia mencoba menjual kepada teman-teman dan tetangganya.

(more…)