Quantcast This blog is NOFOLLOW Free!

Berantem dengan Anak

Maa gak bosen marah-marah terus!

Maa gak bosen marah-marah terus!

Salah satu kebiasaan orang tua yang jarang disadari kalau perbuatan itu sangat merugikan bagi dunia pendidikan adalah kerap besitegang (berantem) dengan anak. Bahkan tidak jarang orang tua yang agresif, kejadian itu hampir muncul setiap hari bahkan lebih sering lagi.

Kebanyakan orang tua mengetahui bahwa pola asuh anak bernuansa kekerasan (child abuse) berdampak kepada psikologis anak dan akan membawa gangguan emosional saat besar nanti. Namun kesadaran untuk menghentikan perilaku keras kepada anak saat berhadapan hilang begitu saja.

Seorang Ibu yang seringkali kasar kepada anaknya biasanya merasa tidak merasa bersalah saat membentak-bentak anaknya karena salah satu keinginanya tidak dituruti. Ibu model seperti ini secara tidak sadar membawa pengaruh pola asuh orang tuanya sedari dulu.

Si Ibu tidak menyadari bahwa si anak akan mengenang terus peristiwa yang diingatnya dalam alam bawah sadarnya hingga terbawa saat dewasa. Anak yang mendapat perlakuan kejam dari orang tuanya akan menjadi sangat agresif dan setelah dewasa nanti dalam perannya masing-masing akan timbul keagresifannya yang diluapkan pada anak-anaknya (Pelzer Dave, 2005).

Hal ini diamini oleh Danti Ratna Widyastuti seorang psikolog perkembangan, katanya, orang tua yang agresif cenderung akan melahirkan anak yang agresif pula sebab gangguan mental itu ada hubungannya dengan perlakuan buruk yang diterima ketika masih kecil.

Nasehat Agama

Agama menganjurkan pola asuh yang lembut, cinta kasih dan ketegasan. Agama cenderung melarang tindakan kekerasan dalam mendidik anak. Rasulullah saw ribuan tahun lalu sudah mewanti-wanti bahwa anak yang dimarahi akan berpengaruh saat dewasa.

Dalam sebuah riwayat, seorang anak lelaki digendong oleh Nabi dan anak itu pipis, lantas ibunya langsung merebut anaknya itu dengan kasar. Mungkin saking malu. Namun Nabi bersabda, “Wahai Ibu, bajuku ini bisa dibersihkan oleh air, tetapi hati seorang anak siapa yang bisa membersihkan”. Dalam riwayat lain menyebutkan bahwa Nabi berkata,  “Jangan, biarkan ia kencing”.    Riwayat ini jelas memberi hikmah bahwa sikap kasar terhadap anak dapat mempengaruhi jiwanya sampai kelak ia dewasa dan karenanya harus dihindari.

Selain kasih sayang, juga perlu membedakan mana yang baik dan tidak dalam tindakan si anak.  Karenanya,   Nabi saw sangat hati-hati dalam persoalan anak. Ketika Nabi sedang berada di masjid, ada orang yang mengirim kurma, kemudian cucunya datang dan mengambil kurma lalu memakannya tanpa izin.  Nabi bertanya kepada ibunya, “Anak tadi mengambil kurma dari mana?”  Sampai akhirnya, dipanggilnya Saidina Hasan dan diambil paksa kurma yang sudah di mulut itu.

Ternyata dampak pendidikan saat kecil berpengaruh saat dewasa pun bukan saja dalam masalah kekerasan tetapi masalah penanaman benar-salah dalam bertindak.  Di situ, Nabi tidak mau anak cucunya itu memakan sesuatu yang haram, walaupun ia masih kecil dan tidak ada dosa baginya, karena itu akan memberikan pengaruh kepadanya kelak ia besar.

Sebuah cerita juga sangat tenar di masyarakat, ada pengalaman seorang ibu yang hanya lulus SD namun memiliki 13 anak, maklum orang zaman dulu anaknya banyak, tetapi herannya semuanya berhasil.

Lalu si ibu ditanya oleh “peneliti” :  “Doa apa yang dipakai ibu sehingga semuanya berhasil?” Jawabnya, “Saya dan suami saya tidak banyak berdoa. Namun saat anak saya melakukan kesalahan,  dan saya tidak senang perbuatannya, saya hanya berkata, “Mudah-mudahan Tuhan memberimu petunjuk”. Jadi bukannya si anak dimaki-maki tetapi didoakan dan dipasrahkan kepada Tuhan.  Di samping itu, orangtuanya tidak memberikan masukan makanan yang haram.  Wallhu a’lam.

Popularity: 38% [?]

  • Share/Bookmark

Related posts:

  1. Feel Good dengan Santri Al Mizan

Share this Post:
Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

No Responses to “Berantem dengan Anak”

Leave a Reply:

Name (required):
Mail (will not be published) (required):
Website:
Comment (required):
XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
CommentLuv Enabled