Pancaindra manusia bagaikan lima pintu yang terbuka menghadap ke dunia luar. Tetapi yang paling menakjubkan adalah hatinya yang memiliki jendela terbuka (ke dalam) ke arah dunia gaib yang tak kasatmata; di mana sesekali ia dapat menerima isyarat tentang masa depannya. (Al Ghozali)
Ungkapan Imam Ghozali yang terkenal itu memberi sperti kejadian ada seseorang yang tiba-tiba mengetahui kegiatan individu lain di tempat jauh padahal dirinya tidak mengetahui secara kasat mata. Dengan apa dan bagaimana kemudian si orang tadi mampu melihat dan memahami apa yang terjadi, mirip kamera cctv yang dipasang dalam jarak remote sehingga dapat dipantau dengan seksama. Biasanya orang yang percaya dengan hal seperti ini adalah perbuatan dari makhluk jin sehingga kelebihan yang dimilikinya itu tidaklah scientific, tidak real dan tentu banyak orang yang tidak percaya.
Namun dari buku Erbe Sentanu itu semua scientifik. Dalam buku Quantum Ikhlas dan buku The Science and Miracle of Ikhlas yang baru saja saya baca — padahal sudah setahun lebih terbitnya – Zona di mana orang bisa berhubungan dalam kaitan satu dengan yang lain adalah sangat mungkin. Zona ruang yang memberi antara satu individu dengan individu lainya itu adalah zona quanta. Karenaya pada zona ini menurut Sentanu, satu individu bertaut dengan lainnya dan tidak akan terpisah.
Hanya setiap orang tidak menyadari adanya zona itu. Hal itu katanya, dikarenakan adanya dominasi pikiran yang sangat besar pengaruhnya dalam menentukan apa dan bagaimana perjalanan nasib yang ingin diembannya. Padahal menurut penulis transformasi jiwa ini menuturkan hasil temuannya bahwa pengaruh pikiran itu hanya 12% sementara perasaan 88% menentukan senang, bahagia, sedih dan lainnya. Bahkan lebih jauh nasib seseorang berada di zona itu dan siapa yang bisa masuk di dalamnya maka perubahan akan terjadi. Namun katanya, yang tidak bisa dimengerti adalah masalah waktunya kapan.
Isteri saya sering bercerita kalau guru spiritualnya sering mengatakan sesuatu yang dilakukan iseteri saya padahal dia bertempat tinggal jauh sekali. Komunikasi ruang quanta ruapanya memberikan kesempatan kepada siapapun untuk saling terkait.
Nah, untuk bisa “berkomunikasi” kepada dunia dalam itu, saran penulis dua buku ikhlas hi tech itu, kuncinya adalah perasaan dan hati yang ikhlas bukan pikiran. Karena seperti dikatakan tadi, pikiran hanya berperan 12 persen sementara perasaan 88%. Jadi nasehat Sentanu dan Al Ghozali sangat patut untuk diikuti dimana kita mesti berperasangka baik, karena akan berpotensi terhadap perubahan nasib.
No related posts.
