Quantcast This blog is NOFOLLOW Free!

Lulusan TI Mengecewakan?

lulusan-ti-mengecewakanWaspadalah untuk Anda yang ingin berkarir di dunia TI (teknologi Informasi) sebab banyak lulusan TI itu mengecewakan. Fakta ini terungkap dalam sebuah ajang kompetisi pencarian kerja yang digelar JobsDB Career Expo 2010 di Sasana Budaya Ganesha, Tamansari Bandung. Seperti yang saya kutip dari detik.com

“Banyak pelamar tidak seperti yang kita harapkan. Kita sering kecewa,” ungkap Ahmad Bagus Santoso, HRD PT Indocyber Global Teknologi.

Menurut Bagus, pencari kerja itu memiliki nilai yang tinggi tetapi pengetahuan dasarnya justru banyak yang tidak bisa.

“IPK (indeks prestasi)-nya tinggi, bagus secara kualifikasi. Tapi saat ditanya hal yang dasar, yang menurut kami mereka mengusainya, mereka tidak bisa. Dan banyak yang seperti ini,” demikian katanya.

“Mungkin karena mereka sekarang cenderung instan, jadi saat ditanya hal yang sangat dasar mereka tidak bisa menjawabnya,” lanjut Bagus.

Dalam pameran tenaga kerja kali ini, ada sekitar 70 perusahaan yang ikut serta. Pada hari pertama, ajang ini dihadiri oleh 5.000 pencari kerja. Ajang ini sendiri berlangsung di Bandung hingga Minggu (17/1/2010).

Berita ini aneh apa benar dari 5000 orang mahasiswa itu semuanya “ora mudeng” (tidak mengerti) dengan masalah dasar tentang TI? Pengetahuan dasar yang dipermasalahkan itu berkaitan dengan apa saja?

Kalau yang dimaksud pengetahuan dasar seputar TI, misalnya pengetahuan hardware: apa itu monitor, apa itu CPU, jaringan LAN, Bagaimana menrangkai semua itu, apa persayaratan sebuah jaringan internet, bagaimana cara menyambung dan mengkoneksikan antara jaringan internet bagaimana memebuat sharing protokol internet dan jaringan di kantor.

Jika memang yang di atas itu pengetahuan dasar, saya yakin lulusan TI tidak semuanya memahami dan mengerti. Sebab masalah di atas adalah persoalan kerja dan praktek lapangan.

Adik Ipar saya baru saja lulus S1 bidang TI. Hampir pasti pertanyaan dasar pada paragraph di atas hanya bisa menjawab apa itu monitor, CPU dan sekitarnya. Jadi tidaklah heran meski lulusan TI namun tidak mampu bekerja bahkan diandalkan.

Solusinya, saya kira perusahaan harus memaklumi anak-anak muda  yang belum pengalaman itu. Akan tetapi, mereka memiliki jiwa yang terus ingin berubah. Di sinilah perusahaan bisa mempekerjakan mereka namun masih perlu ada pembimbing untuk menyesuaikan pekerjaan mereka. Seorang ahli ada dalam satu unit, pekerja baru dilatih dan diberikan pendampingan terus menerus hingga mahir.

Kepada para santri yang ingin menguasai TI, ada baiknya sebelum kuliah atau selama mengikuti perkuliahan, sebaiknya aktif dalam isu-isu pengembangan seputar TI. Paling tidak, bisa mengikuti terus perkembangan dunia TI dan yang tidak kalah pentingnya adalah melatih diri agar bisa menangani persoalan-persoalan IT yang mendasar.

Hal-hal mendasar dalam bidang TI adalah masalah infrastruktur jaringan komputer, mengkoneksikan antara komputer dengan internet, bagaimana menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lainnya. Tidak kalah penitngnya adalah bagaimana mengatasi problem software dan hardware di dalam pekerjaan sehari-hari. Misalnya, bagaimana jika printer macet, bagaimana mengatasi komputer lemot, bagaimana jika menghadapi virus dan lain-lain.

Itulah masalah mendasar dan akan ditemui sehari-hari dalam pekerjaan di kantor. So, untuk yang tengah belajar, jangan takut untuk terjun ke dunia TI, dari sekarang persiapkan matang-matang jika ingin berkarir di dunia ini.

Majulah TI Indonesia!

Foto: detik.com

Popularity: 22% [?]

  • Share/Bookmark

No related posts.

Share this Post:
Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

8 Responses to “Lulusan TI Mengecewakan?”

commenter

Saya sependapat dengan panjenengan kang.. Saya punya pengalaman menarik tentang judul artikel ini. Beberapa tahun lalu saya diberi amanah oleh sebuah perusahaan sebagai HRD. Saat itu Perusahaan membutuhkan tenaga kerja untuk posisi IT System Support. Beberapa pelamar kerja yang saya wawancarai ternyata lulusan sebuah PT terkenal dan dengan 2 huruf setelah koma dibelakang namanya ST (Sarjana Tehnik) dengan IP juga diatas rata-rata. Tapi… Hmm.. Yang saya sesalkan kenapa pengetahuan TI mereka tidak sebanding dengan yang tertulis di CV.

Sampai-sampai saya berfikir apa yang mereka lakukan saat di bangku kuliah?? Sampe-sampe hal-hal dasar seperti system operasi, networking, programming sedikit sekali diketahuinya padahal IP-nya seperti yg saya ceritakan diatas.

Mungkin sebaiknya diberikan metode khusus bagi mereka lulusan TI yang akan melamar pekerjaan sehingga mereka tidak mempermalukan nama PT dimana mereka menuntut ilmu…

Maturkesuwun kang… :-)

———–>

Terima kasih kang AJi, pengalaman yang patut diperhatikan oleh para pendaftar lulusan TI. Juga bagi perusahaan serta para funding beasiswa yang tergiur oleh IPK masing-masing mahasiswa. Sementara IPK menjadi sarat mutlak-mutlakan.

[Reply]

tommy Reply:

saya setuju dengan aji syach, tapi ada juga faktor yang membuat seperti itu, salah satunya salah jurusan, banyak orang yang mengambil jurusan IT tanpa terlebih dahulu mengetahui apa yang akan dihadapi di dalamnya.
menurut saya, kalo IPK itu bukan jadi patokan, saya punya teman yang IPKnya 3,7 tapi di bandingkan dengan teman saya yang IPKnya 2,7 skill mereka jauh berbeda (IPK itu kan hasil dari orang-orang yang rajin kuliah ? ) hehehe
tommy recently posted..Simpan Video Di YoutubeMy ComLuv Profile

[Reply]

commenter

Incridible story admin. You just help my homework for next exam Thanks admin

[Reply]

commenter

Hello admin , This is excellent article for my homework from college Do u have twitter account ?? i want to follow your twitt . bye

[Reply]

commenter

Terrific Post. Greater then the simillar post I checked 2 days ago on Blogspot. Keep up the beneficial work.

[Reply]

commenter

A person crucial thing I love about web site articles or blog posts may be the simple fact that they spark an concept in my brain. Following that happens, I experience as I need to comment with the hope it is helpful to some people.

[Reply]

commenter

Bener mas… Banyak lulusan TI yang ternyata merangkai komputer aja gak bisa…

[Reply]

tommy Reply:

kalo ga bisa merakit komputer itu ‘wajar’, kalo dia itu bukan spesialis bidang hardware komputer, kan TI dibagi dua hardware sama software :) , untuk menguasai keduanya sangat sulit lho. kita patut mencontoh orang-orang IT luar negeri, mereka emang hanya menguasai satu bidang (ex database, server, dll) tapi skillnya memadai, bukan kaya di indonesia kalo mau kerja harus bisa banyak (contoh bisa php, java, C, C++, dll), susah untuk ‘menguasai’ banyak bahasa pemograman.
tommy recently posted..Simpan Video Di YoutubeMy ComLuv Profile

[Reply]

Leave a Reply:

Name (required):
Mail (will not be published) (required):
Website:
Comment (required):
XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
CommentLuv Enabled